Kurikulum Berbasis


Antara Kompetensi dan Kurikulum Berbasis Kompetensi

kbk
Kompentensi yang sering disebut standart kompetensi adalah kemampuan yang secara umum harus dikuasai lulusan. Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi, seperti apakah kompetensi tersebut dimaknai, berikut sedikit ulasannya.
Kompetensi merupakan perpaduan dari pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai dasar dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasan berpikir dan bertindak.[1]

Mc. Ashan mengemukakan bahwa kompetensi diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang dikuasai oleh
seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya, sehingga ia dapat melakukan perilaku-perilaku kognitif, afektif, psikomotorik dengan sebaik-baiknya.[2]
Depdiknas mendefinisikan kompetensi merupakan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak.[3]
Dari adanya beberapa pengertian kompetensi di atas, dapat disimpulkan bahwa kompetensi merupakan kemampuan siswa
melakukan sesuatu dalam berbagai konteks yang melibatkan ketiga ranah (kognitif, afektif, dan psikomotorik). Kebiasaan berfikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus memungkinkan seseorang menjadi kompeten dalam arti memiliki pengetahuan, keterampilan, dan nilai dasar untuk melakukan sesuatu.
Melengkapi beberapa pengertian yang dikemukakan sebelumnya mengenai kompetensi, Stephn P. Becker dan Jack Gordon mengemukakan beberapa unsur atau elemen yang terkandung dalam konsep kompetensi diantaranya [4]:
1. Pengetahuan (knowledge): kesadaran dibidang kognitif. Misalnya: seorang guru mengetahui bagaimana melaksanakan kegiatan identifikasi, penyuluhan dan proses pembelajaran terhadap warga belajar.
2. Pengertian (understanding): yaitu kedalaman kognitif dan afektif yang dimiliki oleh siswa, Misalnya: seorang guru yang akan melaksanakan kegiatan harus memiliki pemahaman yang baik tentang keadaan dan kondisi warga belajar di lapangan sehingga dapat melaksanakan program kegiatan secara baik dan afektif.
3. Keterampilan (skill) adalah kemampuan yang dimiliki oleh individu untuk melakukan suatu tugas atau pekerjaan yang dibebankan kepadanya. Misalnya: kemampuan yang dimiliki oleh guru untuk menyusun alat peraga pendidikan secara sederhana.
4. Nilai (value) adalah suatu norma atau standar yang telah diyakini atau secara psikologis telah menyatu dalam diri individu.
5. Minat (interest) adalah keadaan yang mendasari motivasi individu, keinginan yang berkelanjutan, dan orientasi psikologis. Misalnya: guru yang baik selalu tertarik dengan warga belajar dalam hal membina dan memotivasi supaya dapat belajar sebagaimana yang diharapkan.
Dengan mengacu pada pengertian kompetensi yang telah dipaparkan sebelumnya, maka kurikulum berbasis kompetensi (KBK) itu sendiri dapat diartikan sebagai suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standart performansi tertentu sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu.[5]
Depdiknas mendeskripsikan pengertian kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang pada dasarnya merupakan suatu perencanaan menyeluruh yang mencakup kegiatan (subject matter) dan pengalaman yang perlu disediakan, yang memberikan kesempatan secara luas bagi siswa untuk belajar. Sejalan dengan itu KBK menempati posisi yang penting dalam pengembangan kurikulum di sekolah.[6]
Sesuai dengan paparan diatas, Kurikulum Berbasis Kompetensi atau KBK adalah konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas dan standar performansi tertentu dalam kegiatan pembelajaran (berlajar-mengajar) dalam mengembangkan sumber daya pendidikan, yang dapat membentuk peserta didik berkembang sebagai individu sesuai dengan bakat dan kemampuannya.
Mempersiapkan peserta didik agar memiliki berbagai kompetensi tersebut, merupakan upaya untuk menyiapkan peserta didik agar berkemampuan intelektual, emosional, spiritual dan sosial yang bermutu tinggi. Dengan demikian, kurikulum yang dikembangkan untuk mencapai kompetensi atau hasil belajar yang memuaskan memerlukan cara pembelajaran yang efektif.
Dengan demikian kompetensi dalam kurikulum berbasis kompetensi merupakan pernyataan apa yang diharapkan dapat diketahui, disikapi atau dilakukan siswa dalam setiap tingkatan kelas, maupun sekolah dan sekaligus menggambarkan kemajuan siswa yang dicapai secara bertahap dan berkelanjutan untuk menjadi kompeten.
[1] E. Mulyasa. Kurkulum Berbasis Kompetensi, konsep ,karaktrristik, dan implementasi, ( Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2003 ).37-38.
[2] E. Mulyasa.. Kurkulum Berbasis Kompetensi. konsep,karaktrristik,dan implementasi.38
[3] Departemen Pendidikan Nasional, Kurikulum 2004, Kerangka dasar. (Jakarta: Depdiknas, 2004):
[4] Abdul Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi, Konsep Dan Implementasi Kurikulum 2004 , ( Bandung : PT Remaja Rosda Karya,2004 ), 51-52
[5] E.Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi. konsep,karaktrristik,dan implementasi.39
[6] Departemen Pendidikan Nasional, Pedoman Supervisi Pengajaran ( Jakarta : Depdiknas,2004 ). 7


http://kafeilmu.com/2011/08/antara-kompetensi-dan-kurikulum-berbasis-kompetensi.html

0 comments:

Sunday, December 4, 2011

Kurikulum Berbasis


Antara Kompetensi dan Kurikulum Berbasis Kompetensi

kbk
Kompentensi yang sering disebut standart kompetensi adalah kemampuan yang secara umum harus dikuasai lulusan. Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi, seperti apakah kompetensi tersebut dimaknai, berikut sedikit ulasannya.
Kompetensi merupakan perpaduan dari pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai dasar dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasan berpikir dan bertindak.[1]

Mc. Ashan mengemukakan bahwa kompetensi diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang dikuasai oleh
seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya, sehingga ia dapat melakukan perilaku-perilaku kognitif, afektif, psikomotorik dengan sebaik-baiknya.[2]
Depdiknas mendefinisikan kompetensi merupakan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak.[3]
Dari adanya beberapa pengertian kompetensi di atas, dapat disimpulkan bahwa kompetensi merupakan kemampuan siswa
melakukan sesuatu dalam berbagai konteks yang melibatkan ketiga ranah (kognitif, afektif, dan psikomotorik). Kebiasaan berfikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus memungkinkan seseorang menjadi kompeten dalam arti memiliki pengetahuan, keterampilan, dan nilai dasar untuk melakukan sesuatu.
Melengkapi beberapa pengertian yang dikemukakan sebelumnya mengenai kompetensi, Stephn P. Becker dan Jack Gordon mengemukakan beberapa unsur atau elemen yang terkandung dalam konsep kompetensi diantaranya [4]:
1. Pengetahuan (knowledge): kesadaran dibidang kognitif. Misalnya: seorang guru mengetahui bagaimana melaksanakan kegiatan identifikasi, penyuluhan dan proses pembelajaran terhadap warga belajar.
2. Pengertian (understanding): yaitu kedalaman kognitif dan afektif yang dimiliki oleh siswa, Misalnya: seorang guru yang akan melaksanakan kegiatan harus memiliki pemahaman yang baik tentang keadaan dan kondisi warga belajar di lapangan sehingga dapat melaksanakan program kegiatan secara baik dan afektif.
3. Keterampilan (skill) adalah kemampuan yang dimiliki oleh individu untuk melakukan suatu tugas atau pekerjaan yang dibebankan kepadanya. Misalnya: kemampuan yang dimiliki oleh guru untuk menyusun alat peraga pendidikan secara sederhana.
4. Nilai (value) adalah suatu norma atau standar yang telah diyakini atau secara psikologis telah menyatu dalam diri individu.
5. Minat (interest) adalah keadaan yang mendasari motivasi individu, keinginan yang berkelanjutan, dan orientasi psikologis. Misalnya: guru yang baik selalu tertarik dengan warga belajar dalam hal membina dan memotivasi supaya dapat belajar sebagaimana yang diharapkan.
Dengan mengacu pada pengertian kompetensi yang telah dipaparkan sebelumnya, maka kurikulum berbasis kompetensi (KBK) itu sendiri dapat diartikan sebagai suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standart performansi tertentu sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu.[5]
Depdiknas mendeskripsikan pengertian kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang pada dasarnya merupakan suatu perencanaan menyeluruh yang mencakup kegiatan (subject matter) dan pengalaman yang perlu disediakan, yang memberikan kesempatan secara luas bagi siswa untuk belajar. Sejalan dengan itu KBK menempati posisi yang penting dalam pengembangan kurikulum di sekolah.[6]
Sesuai dengan paparan diatas, Kurikulum Berbasis Kompetensi atau KBK adalah konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas dan standar performansi tertentu dalam kegiatan pembelajaran (berlajar-mengajar) dalam mengembangkan sumber daya pendidikan, yang dapat membentuk peserta didik berkembang sebagai individu sesuai dengan bakat dan kemampuannya.
Mempersiapkan peserta didik agar memiliki berbagai kompetensi tersebut, merupakan upaya untuk menyiapkan peserta didik agar berkemampuan intelektual, emosional, spiritual dan sosial yang bermutu tinggi. Dengan demikian, kurikulum yang dikembangkan untuk mencapai kompetensi atau hasil belajar yang memuaskan memerlukan cara pembelajaran yang efektif.
Dengan demikian kompetensi dalam kurikulum berbasis kompetensi merupakan pernyataan apa yang diharapkan dapat diketahui, disikapi atau dilakukan siswa dalam setiap tingkatan kelas, maupun sekolah dan sekaligus menggambarkan kemajuan siswa yang dicapai secara bertahap dan berkelanjutan untuk menjadi kompeten.
[1] E. Mulyasa. Kurkulum Berbasis Kompetensi, konsep ,karaktrristik, dan implementasi, ( Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2003 ).37-38.
[2] E. Mulyasa.. Kurkulum Berbasis Kompetensi. konsep,karaktrristik,dan implementasi.38
[3] Departemen Pendidikan Nasional, Kurikulum 2004, Kerangka dasar. (Jakarta: Depdiknas, 2004):
[4] Abdul Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi, Konsep Dan Implementasi Kurikulum 2004 , ( Bandung : PT Remaja Rosda Karya,2004 ), 51-52
[5] E.Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi. konsep,karaktrristik,dan implementasi.39
[6] Departemen Pendidikan Nasional, Pedoman Supervisi Pengajaran ( Jakarta : Depdiknas,2004 ). 7


http://kafeilmu.com/2011/08/antara-kompetensi-dan-kurikulum-berbasis-kompetensi.html
Post a Comment