Setting Penelitian dan Karakteristik Subjek Penelitian

METODE PENELITIAN

  Setting Penelitian dan Karakteristik Subjek Penelitian

  •  Setting Penelitian 

    Setting peneliti berarti latar belakang dan tempat yang dijadikan lokasi penelitian. Tempat yang dijadikan lokasi pada peneliti ini adalah anak didik TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal 7 Kota Magelang Kelompok A2. Lokasi tersebut dipilih berdasarkan latar belakang anak didik yang bersekolah di TK tersebut tingkat kemandirian masih kurang.

  • Karakteristik Subyek Peneliti 

    Karakteristik subyek peneliti berarti ciri-ciri khusus yang terdapat pada subyek peneliti yang dijadikan sasaran. Adapun karakteristik subyek peneliti ini mencakup :

  1. Sifat-sifat kemandirian dari anak didik belum sesuai dengan harapan/yang diharapkan.
  2. Jumlah subyek peneliti : 3 anak TK yang ingin diharapkan dalam meningkatkan kemandirian.
  3. Indikator perilaku anak yang belum mandiri.
1)      Anak masih manja ditunggu orang tua didalam kelas
2)      Memakai dan memasang sepatu masih dibantu orang tua
3)      Belum mampu mengerjakan tugas sendiri
4)      Anak rewel
5)      Anak keluar masuk kelas
  • Variabel

    Variabel dalam penelitian ini adalah :

  1. Variabel Input; Variabel Input dalam penelitian ini adalah perilaku anak yang kurang mandiri yang dilakukan oleh 3 anak.
  2. Variabel Proses; Variabel proses dalam penelitian ini adalah tindakan pelaksanaan konseling melalui teknik reinforcement.
  3. Variabel Output; Variabel output dalam penelitian ini adalah hasil dari proses pemberian layanan konseling dengan teknik reinforcement. Hasil yang ingin dicapai adalah perubahan perilaku anak yang dijadikan subyek penelitian. Perubahan perilaku yang dimaksud adalah perubahan anak dari perilaku kurang baik yang mengakibatkan menjadi kebiasaan tidak mandiri. 
  • Rencana Tindakan
Alur dalam penelitian tindakan secara berulang dalam beberapa siklus sampai masalah dapat teratasi. Alur dalam penelitian ini menggunakan 3 siklus, yaitu siklus I, siklus II, siklus III. Namun tidak menutup kemungkinan apabila hasilnya belum memenuhi apa yang diharapkan (target), maka siklus dilanjutkan sampai mencapai hasil sesuai dengan yang diharapkan.

0 comments:

Saturday, December 29, 2012

Setting Penelitian dan Karakteristik Subjek Penelitian

METODE PENELITIAN

  Setting Penelitian dan Karakteristik Subjek Penelitian

  •  Setting Penelitian 

    Setting peneliti berarti latar belakang dan tempat yang dijadikan lokasi penelitian. Tempat yang dijadikan lokasi pada peneliti ini adalah anak didik TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal 7 Kota Magelang Kelompok A2. Lokasi tersebut dipilih berdasarkan latar belakang anak didik yang bersekolah di TK tersebut tingkat kemandirian masih kurang.

  • Karakteristik Subyek Peneliti 

    Karakteristik subyek peneliti berarti ciri-ciri khusus yang terdapat pada subyek peneliti yang dijadikan sasaran. Adapun karakteristik subyek peneliti ini mencakup :

  1. Sifat-sifat kemandirian dari anak didik belum sesuai dengan harapan/yang diharapkan.
  2. Jumlah subyek peneliti : 3 anak TK yang ingin diharapkan dalam meningkatkan kemandirian.
  3. Indikator perilaku anak yang belum mandiri.
1)      Anak masih manja ditunggu orang tua didalam kelas
2)      Memakai dan memasang sepatu masih dibantu orang tua
3)      Belum mampu mengerjakan tugas sendiri
4)      Anak rewel
5)      Anak keluar masuk kelas
  • Variabel

    Variabel dalam penelitian ini adalah :

  1. Variabel Input; Variabel Input dalam penelitian ini adalah perilaku anak yang kurang mandiri yang dilakukan oleh 3 anak.
  2. Variabel Proses; Variabel proses dalam penelitian ini adalah tindakan pelaksanaan konseling melalui teknik reinforcement.
  3. Variabel Output; Variabel output dalam penelitian ini adalah hasil dari proses pemberian layanan konseling dengan teknik reinforcement. Hasil yang ingin dicapai adalah perubahan perilaku anak yang dijadikan subyek penelitian. Perubahan perilaku yang dimaksud adalah perubahan anak dari perilaku kurang baik yang mengakibatkan menjadi kebiasaan tidak mandiri. 
  • Rencana Tindakan
Alur dalam penelitian tindakan secara berulang dalam beberapa siklus sampai masalah dapat teratasi. Alur dalam penelitian ini menggunakan 3 siklus, yaitu siklus I, siklus II, siklus III. Namun tidak menutup kemungkinan apabila hasilnya belum memenuhi apa yang diharapkan (target), maka siklus dilanjutkan sampai mencapai hasil sesuai dengan yang diharapkan.
Post a Comment